Kelahiran Elektif yang Aman untuk Si Kembar
Berdasarkan salah satu studi dinyatakan bahwa kelahiran elektif untuk kehamilan kembar tanpa komplikasi ternyata membawa perkembangan yang baik. Kehamilan kembar yang melebihi 37 minggu berasosiasi dengan meningkatnya risiko morbiditas dan mortalitas perinatal. Pada studi ini dinyatakan waktu yang aman untuk kelahiran adalah minggu ke-36 sampai 38.
Studi “Twins Timing of Birth Randomised Trial†Dilakukan oleh Jodie Dodd, MBBS, PhD dari the Australian Research Centre for Health of Women and Babies, Robinson Institute, University of Adelaide, Australia. Terdapat 235 wanita dengan kehamilan kembar tanpa komplikasi berasal dari Australia, Italia, dan New Zealand. Kemudian dipilih secara acak dan menjadwalkan kelahiran pada minggu ke-37 (n=116) dan lainnya meneruskan kehamilan melebihi waktu 37 minggu (n=119). Kriteria eksklusi dari penelitian ini adalah wanita dalam fase aktif, wanita dengan gangguan denyut jantung fetus, dan adanya anomali pada fetus ataupun ibu.
Beberapa faktor dianalisis antara lain mortalitas dan morbiditas dari fetus yang dilihat dari trauma kelahiran, berat badan rendah, skor Apgar yang buruk, rendahnya pH darah umbilikus, kejang saat hari pertama dan membutuhkan dua atau bahkan lebih pengobatan, perawatan neonatal intensive care, sindrom distress nafas, penyakit paru kronis, necrotizing enterocolitis, dan infeksi sistemik selama 48 jam setelah kelahiran.
Dari penelitian ini, ternyata kelahiran elektif lebih membutuhkan induksi saat proses kelahiran, namun hal ini tidak mengganggu kesehatan atau keadaan umum si ibu untuk melahirkan secara per vaginam. Namun studi ini memiliki beberapa kekurangan antara lain jumlah responden yang cukup rendah berkenaan dengan permasalahan dana penelitian, selain itu 45% dari grup wanita yang mengalami proses kelahiran bukan secara elektif menjalankan kelahiran pada waktu minggu ke-37 dan 38.
Untuk para ibu hamil, jangan lupa untuk selalu kontrol kehamilan, menjaga kesehatan selama proses kehamilan, serta konsumsi diet yang cukup selama hamil agar proses kehamilan selalu lancar sampai proses kelahiran.
Sumber : Medscape News









Komentar di TanyaDok.com