Berani Kotor Baik Untuk Anak? Ternyata Benar, Kok!

Berani Kotor Baik Untuk Anak? Ternyata Benar, Kok!

“Berani Kotor itu Baik”.

Tagline iklan detergen cuci ini pastinya sering kita dengar ya! Namun apakah benar anak yang sering berkotor ria bisa membawa kebaikan? Terkadang para orangtua khawatir bahwa hal ini akan membuat anak malah jatuh sakit.

Ternyata pada beberapa penelitian dibuktikan, membiarkan balita terpapar kuman justru bisa melindungi mereka dari penyakit alergi dan asma di kemudian hari. Dasar pemikiran tersebut disebut juga dengan “hipotesa higienis”.

Menurut hipotesa higienis, anak yang sejak kecil jarang terpapar bakteri, parasit, atau virus, saat dewasa mereka lebih rentan terkena alergi, asma, dan penyakit autoimun.

Fakta lain juga menyebutkan anak-anak yang memiliki saudara, besar di lingkungan pertanian, serta berada di tempat penitipan anak (day care) sejak dini, lebih jarang terkena alergi.

Apakah kita ingat bagaimana otak bayi yang butuh stimulasi, masukan, dan interaksi agar tumbuh kembangnya sempurna? sistem kekebalan tubuh anak juga akan menjadi kuat oleh paparan kuman setiap hari sehingga si tentara imun bisa belajar, beradaptasi, dan membuat pengaturan sendiri.

Mengenai kuman apa yang bisa bermanfaat untuk sistem kekebalan tubuh si kecil, memang belum jelas, tetapi penelitian terbaru memberikan petunjuk.

Dalam penelitian yang dilakukan Thom McDade PhD, direktur laboratorium Human Biology Research di Universitas Northwestern, anak-anak yang terpapar kotoran hewan dan menderita diare sebelum berusia dua tahun, memiliki insiden inflamasi di tubuh lebih sedikit saat mereka dewasa. Inflamasi sendiri dikaitkan dengan penyakit kronik seperti penyakit jantung, diabetes, dan Alzheimer.

“Pemahamannya sudah bergeser dari sistem imun yang terkait dengan alergi dan penyakit autoimun, tetapi juga perannya yang penting dalam inflamasi dan penyakit degeneratif lainnya,” kata McDade.

Senada dengan McDade, menurut Martin Blaser, Profesor Penyakit Dalam Universitas New York, kebanyakan kuman yang ada di sekitar atau pun yang hidup dalam tubuh kita bukan hanya tak berbahaya tapi juga sudah bersama kita sejak jutaan tahun.

Namun seiring dengan perubahan perilaku manusia, beberapa jenis mikroba, seperti yang tinggal di dalam usus, menjadi berkurang bahkan hilang. “Hilangnya mikroba itu memberi akibat, ada yang baik ada yang buruk,” kata Blaser.

Ketakutan para orangtua yang diwujudkan dengan menjaga lingkungan anak sehigienis mungkin menurutnya akan menghilangkan kesempatan mereka terpapar mikroorganisme alami yang sebenarnya baik untuk sistem imun. Ditambah lagi dengan penggunaan antibiotik, yang malah membuat kita lebih lemah.

Lantas, apa yang perlu dilakukan orangtua? Blaser merekomendasikan agar orangtua dan dokter lebih bijaksana dalam memberikan antibiotik pada anak. Penggunaan yang berlebihan justru akan melemahkan kekebalan tubuh anak melawan penyakit.

Menjaga kebersihan memang penting, tetapi McDade menyarankan agar orangtua tidak terobsesi pada kebersihan. “Tidak semua hal perlu dicuci atau disterilkan,” katanya.

 

Artikel terkait

Wanita Sehat, Keluarga Hebat : Mom, How Is Your Family ?

Wanita Sehat, Keluarga Hebat : Mom, How Is Your Family ?

Hipertensi Pada Anak-anak

Hipertensi Pada Anak-anak

anak, menyeberang, tumbuh kembang, otak

Anak Kecil Belum Bisa Menyeberang

Hati-hati! Perceraian pun Berdampak terhadap Anak!

Hati-hati! Perceraian pun Berdampak terhadap Anak!

Keseimbangan Vitamin Dan Mineral Untuk Tumbuh Kembang Anak

Keseimbangan Vitamin Dan Mineral Untuk Tumbuh Kembang Anak

Konsultasi terkait

4 Bulan 5,5 Kg. Normalkah Berat Badan Anak Saya?

Dear dok,,, Saya seorang karyawan swasta yang memi...

Flek Paru pada Anak-anak

Anak saya 1 tahun 5 bulan dengan LED 27, oleh dokt...

Berat Badan Anak Saya Tidak Bertambah

Siang Dok, putra saya umur 3.5 th. Makannya susah,...

Dok, BAB Anak Saya Berwarna Merah

Dokter, Saya ibu di Surabaya, anak saya berusia 5 ...

Alergi Susu, Tetap Batuk Pilek

Anak saya berumur 3 bulan belakangan ini sering pi...