Kehamilan Pada Luka Bekas Cesar Beresiko Tinggi!

Kehamilan Pada Luka Bekas Cesar Beresiko Tinggi!

Belakangan ini kecenderungan masyarakat untuk melahirkan melalui operasi Cesar terus meningkat. Berbagai alasan mulai dari menghindari rasa sakit melahirkan sampai mencari “hari baik” membuat operasi Cesar menjadi pilihan. Padahal proses melahirkan secara Cesar, bukan tanpa resiko.

Salah satu resikonya adalah terjadinya kehamilan pada luka bekas operasi Cesar (di dalam rahim). Dimana plasenta menempel pada luka bekas operasi Cesar yang dapat membahayakan ibu maupun janin. Hal ini dikarenakan plasenta yang menempel di lokasi tersebut beresiko membuat robek dinding rahim, terjadi perdarahan banyak sehingga membahayakan nyawa ibu dan janin apabila tidak ditangani dengan baik.

Memang saat ini menurut penelitian di Universitas New York, masih berada pada angka 1 : 2500 kehamilan atau di bawah 1 persen. Namun mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya operasi Cesar. Namun yang ditakutkan adalah apabila terjadi miss diagnosis dimana dapat membahayakan bagi ibu dan janin. Serta penanganannya yang tidak mudah setelah didiagnosa.

Menurut  penelitian Dr. Timor-Tritsch dari Universitas New York, kehamilan pada luka bekas Cesar terjadi 52% setelah operasi Cesar yang pertama. Sehingga diagnosa dan penanganan dini menjadi sangat penting bagi ibu hamil yang pernah mengalami operasi Cesar sebelumnya. Salah satunya adalah dengan melakukan USG secara rutin.

Jadi dari pada mengambil resiko, kalau bisa melahirkan secara normal, kenapa harus Cesar?

 

Sumber: www.medscape.com

Artikel Terkait


Jangan Sembarangan Minum Obat Saat Hamil

Yohanes Ricky Permadi, dr.

Keajaiban Dalam Kandungan

Tiffany Carissa Banunaek, dr., BMedSc

Keguguran

Michelle Angelina, dr.

Tes TORCH positif, boleh hamil?

Tommy Supit, dr.