Penelitian Sel Punca dan Aplikasinya di Indonesia

Penelitian Sel Punca dan Aplikasinya di Indonesia

Pencangkokan organ seperti ginjal, hati, dan lain-lain seringkali menghadapi beberapa masalah sepertinya kurang donor dan ketidakcocokan organ donor. Namun saat ini sedang dikembangkan pemanfaatan sel punca  (stem cell) untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Sel punca merupakan sel yang memiliki kemampuan untuk dikembangkan menjadi beberapa jenis sel seperti sel darah, sel jantung, sel tulang, dan lain-lain untuk selanjutnya diperbanyak menjadi jaringan yang dapat dicangkokkan pada tubuh manusia. Sel punca diharapkan dapat menjadi suku cadang tubuh bagi organ-organ tubuh yang mengalami kerusakan serta terapi bagi penyakit-penyakit infeksi, tumor, degeneratif dan gangguan kekebalan tubuh pada masa yang akan datang. Penelitian sel punca termasuk penelitian yang masih terbilang baru, di mana pusat-pusat penelitian yang meneliti sel punca ini masih banyak terdapat di Amerika Serikat dan Eropa. Sedangkan di Indonesia, penelitian sel punca ini masih sangat jarang. Oleh sebab itu pada 6 Oktober 2012 yang lalu, bertempat di Gedung BPPT Kementrian Riset dan Teknologi, ASPI (Asosiasi Sel Punca Indonesia) dan Rejaselindo (Perhimpunan Dokter Rekayasa Jaringan dan Terapi Sel Indonesia) mengadakan sebuah seminar sel punca dan kongres pertama ASPI dengan tema “Stem Cell Research and Application in Indonesia” untuk mendorong minat para peneliti menekuni penelitian mengenai sel punca. Salah satu pusat penelitian yang mulai berkembang di Indonesia adalah Pusat Kedokteran Regeneratif  dan Sel Punca di Surabaya yang merupakan kolaborasi Rumah Sakit Umum Dr Soetomo, Institut Penyakit Tropis (Institute of Tropical Disease) dan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Dr. dr. Ferdiansyah, SpOT (K) dalam seminar tersebut memaparkan beberapa riset yang telah dilakukan terkait dengan pemanfaatan sel punca untuk menangani penyakit yang sulit sulit disembuhkan seperti stroke, gangguan jantung, luka bakar, gangguan tulang bawaan sejak lahir. Namun, masih sedikitnya riset...
Bercak Putih Vitiligo

Bercak Putih Vitiligo

Sobat TDA pernahkah sobat melihat seseorang yang warna kulitnya berbeda, di mana terdapat pola-pola seperti pulau yang berwarna lebih pucat dibandingkan warna kulit sekelilingnya? Atau mungkin sobat TDA juga mengalaminya?  Jika ya, kemungkinan kelainan kulit tersebut adalah Vitiligo. Vitiligo mungkin masih asing terdengar di telinga kita. Vitiligo adalah kelainan pigmen (warna) kulit yang karakteristiknya berupa bercak berbentuk lingkaran yang mengalami depigmentasi (perubahan warna menjadi lebih pucat). Vitiligo adalah penyakit progesif yang merusak sel melanosit (sel penghasil warna di kulit). Penderitavitiligo biasanya adalah orang muda berusia sekitar 20 tahun dan penyakit ini terjadi pada 0,5 – 2 % populasi dunia. Penyebab dari vitiligo sangat banyak baik yang bersifat genetic maupun yang tidak. Diduga vitiligo terjadi akibat : Penyakit autoimun yang menyerang sel melanosit Sel melanosit yang abnormal Mediator neurokimia yang merusak melanosit Akumulasi radikal bebas yang merusak melanosit Pengaruh genetic / keturunan Gambaran umum dari vitiligo adalah bercak berwarna putih seperti kapur / susu dengan batas yang tegas dan paling mudah dilihat pada pasien yang kulitnya berwarna  (hitam, kuning, sawo matang). Bercak tersebut dapat berbentuk oval atau garis dan dapat membesar. Bercak  ini awalnya muncul di telapak tangan, kaki, wajah, terkadang di sekitar mulut dan mata selanjutnya akan terdapat pada kulit kepala dan daerah yang mudah cedera seperti  daaerah tonjolan tulang, punggung tangan, pergelangan tangan, jari-jari.  Vitiligo juga dapat mengenai bibir, gusi, kelamin, putting payudara. Meski Vitiligo dapat didiagnosa dengan pemeriksaan fisik menggunakan lampu wood namun biopsy kulit dapat membantu membedakan vitiligo dari penyakit kulit yang memiliki gambaran warna kulit yang pucat (hipopigmentasi) seperti Kusta, jamur, melanoma (kanker kulit) , scleroderma, depigmentasi karena steroid dan peradangan. Karena Vitiligo dikaitkan dengan...

Kantong Buah Zakar Membengkak

saya mempunyai keluhan, kantong buah zakar saya membengkak sebelah dan disertai sakit pinggang. saya memang perokok aktif dan sering mengonsumsi wine. kira-kira diagnosa buat saya apa dok? thx

Jari Mati Rasa

Sudah 2 Minggu Jari telunjuk,tengah,manis saya kesemutan dan mati rasa, kira2 apa penyebabnya? tindakan apa yang harus saya lakukan untuk mengobati?terima kasih.

Pengaruh Sepatu Berhak Tinggi Pada Kesehatan

High heels atau sepatu berhak tinggi tentu sudah tidak asing lagi bagi kaum hawa. Penggunaan high heels akan mendorong rasa percaya diri para kaum hawa terutama saat berada di lingkungan kerja maupun pesta-pesta. Namun, ternyata pemakaian sepatu berhak tinggi dalam jangka waktu lama tidak baik bagi kesehatan . Pemakaian high heels akan mendorong pusat massa tubuh ke arah depan menyebabkan perubahan posisi panggul dan tulang belakang serta menyebabkan nyeri pinggang. Perubahan posisi tubuh ini juga memberikan beban lebih besar pada lutut saat kita berjalan dengan high heel. Hal ini berpotensi mempercepat terjadinya osteoarthritis (peradangan sendi) pada lutut.  Selain itu otot betis kita juga akan mengecil karena berkontraksi dan menyesuaikan dengan sudut sepatu. Otot betis yang mengecil ini akan menyebabkan nyeri saat kita berjalan dengan sepatu biasa. Dengan pemakaian high heels maka berat tubuh yang tadinya ditopang oleh seluruh telapak kaki, hanya akan ditopang oleh sebagian telapak kaki bagian depan. Hal ini dapat mengganggu keseimbangan saat berjalan dan berisiko cedera . Selain itu ujung sepatu yang menyempit juga menyebabkan penebalan jaringan di sekitar saraf  jari kaki ketiga dan keempat. Penyempitan ini dapat mengakibatkan jari kaki menjadi nyeri dan baal serta mengalami perubahan bentuk. dr Wahjudi, spesialis rehab medik dalam harian Kompas 22 April 2012 menyarankan agar high heels tidak digunakan dalam jangka waktu yang lama. Ia juga mengingatkan pentingnya perawatan kesehatan kaki dan tulang punggung dengan berenang, merendam betis dengan air hangat untuk peregangan setelah penggunaan high heels dan pijat refleksi. Sumber : – Febriani S, Sapthiani Y. Di Bawah Kekuasaan Sepatu Jinjit. Kompas 2012 Apr 22.  hal1. – On Your Feet: High Heels’ Effects on the Body. [Online]. 2007...

Ketagihan Rokok

Beberapa waktu lalu kita dikejutkan oleh berita mengenai seorang anak berusia 8 tahun yang mengalami ketagihan rokok. Dalam sehari ia bisa menghabiskan 2 bungkus rokok. Jika ia tidak diberikan rokok maka ia akan mengamuk memukul dan memaki orangtuanya. Apa yang anak tersebut alami adalah gejala putus nikotin. Nikotin yang terdapat di dalam rokok adalah zat adiktif kuat yang dapat menimbulkan euforia (perasaan senang) bagi pemakainya dan menimbulkan gejala putus obat ketika kita berhenti menggunakannya. Banyak pihak yang menyangkal fakta ini dan menganggap penggunaan nikotin / rokok hanya sebagai kebiasaan, bukan sebagai akibat ketagihan. Efek buruk rokok telah banyak kita ketahui namun banyak dari perokok yang mengabaikannya atau tidak mampu menghentikan kebiasaan merokok ini. Harus diakui karena penyebab seseorang sulit berhenti merokok adalah ketagihan terhadap zat nikotin maka memang dibutuhkan usaha yang keras dan motivasi yang kuat untuk menghentikannya. Pertama-tama harus ada niat dari kita yang merokok tersebut untuk menghentikannya. Jika belum ada niat maka usaha apapun tidak akan bekerja. Kemudian kita dapat berkonsultasi dengan dokter dan membuat rencana penghentian merokok dengan menetapkan target waktu penghentian. Beberapa metode yang dapat digunakan untuk membantu proses berhenti merokok adalah dengan konseling, terapi substitusi (pengganti) nikotin,obat anti depresi, terapi perilaku, terapi grup, akupuntur dan hipnotis. Jadi jika kita melihat bahwa berhenti merokok sangat sulit, bagi sobat TDA yang belum pernah merokok, sebaiknya jangan mencobanya ya. Dan jangan juga menjadi perokok pasif yang meghirup asap rokok. Bagi sobat TDA yang merokok, sebaiknya mulai berpikir untuk menghentikannya agar terhindar dari efek buruk rokok. Sumber: – Bocah Perokok Selesai Diterapi. Kompas. 2012 Apr 20. hal 12 – Lande RG, Aronson SC, Talavera F, Harsch H, Dunayevich...
Halaman 1 dari 1112345Next10Next»»