<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>TanyaDok.com &#187; Kesehatan Anak</title>
	<atom:link href="http://www.tanyadok.com/anak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.tanyadok.com</link>
	<description>Komunitas, Konsultasi, dan Informasi Kesehatan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 May 2013 18:12:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Anak Kecil Belum Bisa Menyeberang</title>
		<link>http://www.tanyadok.com/berita/anak-kecil-belum-bisa-menyeberang</link>
		<comments>http://www.tanyadok.com/berita/anak-kecil-belum-bisa-menyeberang#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Apr 2013 12:55:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dr. Aldo Fransiskus Marsetio, BMedSc</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[jalanan]]></category>
		<category><![CDATA[kognitif]]></category>
		<category><![CDATA[otak]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan otak]]></category>
		<category><![CDATA[psikiatri]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[tumbuh kembang anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tanyadok.com/?p=19996</guid>
		<description><![CDATA[      
            
            
      <p>Jangan salahkan apabila anak anda yang masih kecil &#8216;nyelonong&#8217; ke jalanan pada saat menyeberang. Penelitian menunjukkan bahwa kemungkinan mereka belum bisa mengerti bahwa ada kendaraan mengarah ke mereka. Pada saat dijalanan, kita sering mengandalkan indra pendengaran kita selain mata. Suara klakson, suara mesin dan suara ban mobil di jalanan memberikan kita &#8216;tanda bahaya&#8217; apabila kendaraan tersebut sedang berjalan ke arah kita. Akan tetapi tidak pada anak kecil, menurut penelitian di Sydney, Australia yang dipublikasikan di Accident Analysis &#38; Prevention Journal. Penelitian menemukan bahwa anak berusia dibawah 10 tahun masih belum cukup mampu untuk mencerna informasi berupa arah suara datangnya kendaraan. Dr. Benjamin Barton menduga bahwa kemampuan deteksi tersebut baru bisa berkembang seiring dengan fase pembelajaran. Semakin anak tersebut &#8216;berpengalaman&#8217; berada di jalanan, maka kemampuan deteksi dan kognitifnya akan semakin cepat berkembang. Itulah mengapa, jangan keburu memarahi anak anda ketika dia melompat ke jalanan pada saat mau menyeberang. Bukan berarti tidak boleh, tetapi ajarilah dia bagaimana yang semestinya dengan sabar. Sumber: News.com.au</p><p>The post <a href="http://www.tanyadok.com/berita/anak-kecil-belum-bisa-menyeberang">Anak Kecil Belum Bisa Menyeberang</a> appeared first on <a href="http://www.tanyadok.com">TanyaDok.com</a>.</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.tanyadok.com/berita/anak-kecil-belum-bisa-menyeberang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hati-hati! Perceraian pun Berdampak terhadap Anak!</title>
		<link>http://www.tanyadok.com/anak/dampak-perceraian-terhadap-anak</link>
		<comments>http://www.tanyadok.com/anak/dampak-perceraian-terhadap-anak#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Feb 2013 01:30:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amelia Rusli Asali, dr.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[perceraian]]></category>
		<category><![CDATA[psikologis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tanyadok.com/?p=8736</guid>
		<description><![CDATA[      
            
            
      <p>Setiap ada perubahan dalam suatu keluarga, entah pernikahan, kelahiran adik baru, kematian, atau perceraian, selalu memberikan pengaruh bagi orang-orang yang terlibat di dalamnya. Memang ada pandangan psikologi mutakhir yang mengatakan bahwa orang dapat hidup lebih bahagia setelah bercerai. Ada pula pandangan yang mengatakan bahwa perceraian bukan akhir kehidupan suami istri. Namun, orangtua yang bercerai harus tetap memikirkan bagaimana membantu anak mengatasi penderitaan akibat perpisahan tersebut. Perlu diketahui, perubahan tersebut akan berdampak pada tumbuh kembang anak. Selain dampak fisik, seperti tidak mau makan, sakit &#8211; sakitan, mengompol kembali pada anak yang lebih kecil, ternyata perceraian orangtua juga berdampak terhadap psikologis anak. Apa saja dampaknya terhadap psikologis anak? Conflicked Loyalty Membenci atau mengasihi salah satu orang tua. Sebagai contoh, anak akan lebih mencintai ibunya karena melihat ibu yang menjadi korban, dan dia akan membenci ayahnya. Atau sebaliknya ia akan mencintai ayahnya dan membenci ibunya. Dalam situasi seperti ini, pihak siapa yang lebih pandai dalam memprofokasi anak, dialah yang akan dicintai oleh sang anak, tanpa sang anak tahu duduk perkara yang sesungguhnya.</p><p>The post <a href="http://www.tanyadok.com/anak/dampak-perceraian-terhadap-anak">Hati-hati! Perceraian pun Berdampak terhadap Anak!</a> appeared first on <a href="http://www.tanyadok.com">TanyaDok.com</a>.</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.tanyadok.com/anak/dampak-perceraian-terhadap-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keseimbangan Vitamin Dan Mineral Untuk Tumbuh Kembang Anak</title>
		<link>http://www.tanyadok.com/anak/keseimbangan-vitamin-dan-mineral-untuk-tumbuh-kembang-anak</link>
		<comments>http://www.tanyadok.com/anak/keseimbangan-vitamin-dan-mineral-untuk-tumbuh-kembang-anak#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jan 2013 07:00:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nanny Djaja, dr., Sp.GK, MS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Diet]]></category>
		<category><![CDATA[Gizi]]></category>
		<category><![CDATA[mineral]]></category>
		<category><![CDATA[tumbuh kembang]]></category>
		<category><![CDATA[vitamin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tanyadok.com/featured/2007/08/artikel200708keseimbangan-vitamin-dan-mineral-untuk-tumbuh-kembang-anak</guid>
		<description><![CDATA[<p>Anak tumbuh sehat tentu dambaan tiap orang tua. tapi tidak hanya kalori dan protein lho, vitamin dan mineral yang seimbang juga membantu tumbuh kembangnya</p><p>The post <a href="http://www.tanyadok.com/anak/keseimbangan-vitamin-dan-mineral-untuk-tumbuh-kembang-anak">Keseimbangan Vitamin Dan Mineral Untuk Tumbuh Kembang Anak</a> appeared first on <a href="http://www.tanyadok.com">TanyaDok.com</a>.</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.tanyadok.com/anak/keseimbangan-vitamin-dan-mineral-untuk-tumbuh-kembang-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Halusinasi dan Waham</title>
		<link>http://www.tanyadok.com/anak/halusinasi-dan-waham</link>
		<comments>http://www.tanyadok.com/anak/halusinasi-dan-waham#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Oct 2012 03:00:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sunita, dr., BMedSc</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[gangguan mental]]></category>
		<category><![CDATA[halusinasi]]></category>
		<category><![CDATA[psikiatri]]></category>
		<category><![CDATA[waham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tanyadok.com/?p=17842</guid>
		<description><![CDATA[      
            
            
      <p>Gangguan mental merupakan salah satu masalah yang seringkali ditemui dalam masyarakat, mulai dari yang mengalami stress hingga mengalami halusinasi dan waham. Halusinasi adalah gejala yang berhubungan dengan panca indera, yaitu: auditori (pendengaran), visual (penglihatan), penciuman, pengecap, dan perasa. Yang paling sering ditemukan adalah halusinasi auditori, di mana penderita mendengar suara-suara yang tidak didengar oleh orang lain, yang sebenarnya berasal dari pikirannya sendiri. Selain halusinasi, gejala psikiatri lain yang cukup sering ditemukan adalah delusi atau yang lebih dikenal dengan waham. Sama seperti halusinasi, delusi merupakan salah satu gejala dan bukan merupakan nama penyakit. Delusi adalah keyakinan yang salah, yang tidak sesuai dengan kultur yang ada. Biasanya delusi berhubungan dengan interpretasi yang salah atas persepsi atau pengalaman. Delusi ini bisa berhubungan dengan tubuh, religi, dan lain-lain. Waham yang paling sering adalah waham kejar, di mana seseorang percaya bahwa ia diikuti atau akan disakiti oleh seseorang. Penyebab terjadinya delusi ini tidak diketahui secara pasti. Namun demikian, telah diketahui bahwa ada kondisi medis yang dapat memunculkan gejala ini, antara lain: penderita tumor otak. Kedua gejala tersebut, halusinasi dan delusi dapat ditemukan pada satu penderita. Namun demikian, konsultasi dengan dokter diperlukan untuk menentukan diagnosis dari gejala yang ditemukan. Kedua gejala tersebut pada umumnya berhubungan dengan gangguan mental, antara lain: gangguan waham atau delusi, skizofrenia, skizoafektif, dan lain-lain. Dengan obat-obatan yang diberikan dokter, gejala ini dapat dikontrol dan tidak mengganggu kehidupan penderitanya. Sumber: Sadock, BJ., Sadock VA. Delusional Disorder and Shared Psychotic Disorder in Kaplan &#38; Sadock&#8217;s Synopsis of Psychiatry: Behavioral Sciences/Clinical Psychiatry, 10th Edition. 2007. http://psychcentral.com/lib/2008/whats-the-difference-between-a-delusion-and-a-hallucination/</p><p>The post <a href="http://www.tanyadok.com/anak/halusinasi-dan-waham">Halusinasi dan Waham</a> appeared first on <a href="http://www.tanyadok.com">TanyaDok.com</a>.</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.tanyadok.com/anak/halusinasi-dan-waham/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anakku Penakut, Bagaimana Menanggapinya?</title>
		<link>http://www.tanyadok.com/anak/anakku-penakut-bagaimana-menanggapinya</link>
		<comments>http://www.tanyadok.com/anak/anakku-penakut-bagaimana-menanggapinya#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Oct 2012 03:00:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sunita, dr., BMedSc</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[penakut]]></category>
		<category><![CDATA[psikiatri]]></category>
		<category><![CDATA[psikoanalitikal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tanyadok.com/?p=17838</guid>
		<description><![CDATA[      
            
            
      <p>Masa anak-anak merupakan masa pembentukan sifat dan karakter seseorang. Peran orang tua sangatlah penting dalam masa anak-anak tersebut. Orang tua pun memiliki cara tersendiri dalam mengasuh anak mereka. Ada yang terkesan sangat protektif, dan juga sebaliknya, ada juga yang melepaskan anaknya dengan maksud agar anaknya mandiri. Namun, tentu di antara Anda ada yang merasa anaknya penakut. Mengapa mereka memiliki rasa takut tersebut? Lalu, bagaimana menanggapi hal tersebut? Menghadapi anak yang penakut tentunya tidaklah mudah, apalagi untuk merubah sifat penakut tersebut. Rasa takut ini, jika tidak diatasi maka dapat mempengaruhinya hingga dewasa. Orang tua hendaklah melakukan upaya-upaya yang dapat membantu anak mengatasi rasa takutnya sendiri. Tentu hal ini telah menjadi perhatian orang tua dan juga para psikolog untuk mengatasi hal tersebut. Rasa takut pada anak juga dijelaskan oleh Freud, seorang psikolog psikoanalitikal, yang mengatakan bahwa rasa takut pada anak juga merupakan bentuk proteksi anak terhadap dirinya sendiri. Misalnya, seorang anak mengalami kejadian di mana ia menghindari pisau untuk memproteksi dirinya. Setelah itu, rasa takut pada pisau muncul. Pada umumnya, anak memang memiliki rasa takut yang bisa dianggap wajar, misalnya: takut terhadap gelap, takut pada orang asing, takut pada tempat asing, dan sebagainya. Hal ini dikarenakan kemampuan berpikir anak yang semakin imajinatif seiring dengan perkembangan usia mereka, namun mereka belum dapat sepenuhnya memisahkan antara imajinasi dengan kenyataan. Alhasil rasa takut muncul dalam diri mereka. Selain itu, sebagian anak ada yang memiliki rasa takut pada hal yang sebenarnya tidak menyeramkan, misalnya pada om atau tantenya. Hal ini pun masih bisa dianggap wajar pada anak-anak. Sebagai orang tua hendaknya menanyakan alasan ketakutan anak dan menjelaskannya agar anak tidak terus-menerus ketakutan. Meskipun dapat merupakan hal yang wajar, orang tua perlu menyadari mengapa anaknya menjadi penakut. Terkadang sifat tersebut merupakan hasil dari pola pengasuhan orang tua. Tidak jarang kita menemui orang tua yang menakut-nakuti anaknya, jika anaknya tidak menurut. Misalnya, akan mendatangkan monster jika anak tidak mau sekolah. Meskipun maksud orang tua adalah agar anak menjadi penurut, namun hal ini dapat berdampak pada anak yang menjadi penakut. Rasa takut pada anak juga dapat disebabkan oleh rasa takut yang ditunjukkan orang tua pada sesuatu hal. Misalnya, orang tua menunjukkan ketakutan terhadap tindakan pencurian. Anak-anak yang masih dalam tahap belajar akan mencontoh perilaku tersebut dan kemudian, akan memiliki rasa takut terhadap pencurian. Untuk mengatasi hal tersebut, orang tua hendaknya berperilaku wajar dan menjelaskan kepada anak mengapa hal tersebut ditakuti. Hal lain yang dapat dilakukan adalah dengan tidak memberikan ‘cap negatif’ tersebut pada anak. Jadi, jika anak Anda penakut, memberikan cap ‘anak penakut’ untuknya tidak akan merubah sifat anak tersebut. Pada beberapa anak, cap negatif tersebut dapat membuat anak mempertahankan sifat negatifnya tersebut. Sumber: JICM Drost SJ, dkk. Perilaku Anak Usia Dini: Kasus dan Pemecahannya. Hlm 123-125. Kanisius. http://www.essortment.com/childrens-psychology-fear-50813.html</p><p>The post <a href="http://www.tanyadok.com/anak/anakku-penakut-bagaimana-menanggapinya">Anakku Penakut, Bagaimana Menanggapinya?</a> appeared first on <a href="http://www.tanyadok.com">TanyaDok.com</a>.</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.tanyadok.com/anak/anakku-penakut-bagaimana-menanggapinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dok, Bolehkah Bayi Naik Pesawat?</title>
		<link>http://www.tanyadok.com/anak/dok-bolehkah-bayi-naik-pesawat</link>
		<comments>http://www.tanyadok.com/anak/dok-bolehkah-bayi-naik-pesawat#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Aug 2012 03:00:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ariani Dewi Widodo, dr., SpA.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[travelling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tanyadok.com/?p=11336</guid>
		<description><![CDATA[      
            
            
      <p>Liburan Idul Fitri hampir tiba! Sebagian dari Anda mungkin berencana mudik atau pergi jalan-jalan dengan membawa si bayi naik pesawat terbang, bukan? Kini saya akan memberikan beberapa tips yang bisa Sobat lakukan agar membawa si kecil nyaman di pesawat. Rencanakan perjalanan dengan baik, booking jauh-jauh hari sehingga seluruh rombongan bisa duduk bersama-sama. Dengan demikian Anda punya banyak bala bantuan. Informasikan bahwa Anda membawa bayi atau anak agar disiapkan seatbelt. Untuk bayi biasanya tersedia meja lipat untuk ganti diaper di tempat duduk paling depan. Usahakan naik pesawat direct flight (tanpa transit) ke tempat tujuan bila memungkinkan, agar mempermudah perjalanan Anda. Pertanyaan yang sering dilontarkan orangtua, pada usia berapakah anak sudah boleh atau cukup aman untuk dibawa bepergian naik pesawat terbang? Sebenarnya tidak ada usia minimal anak boleh naik pesawat. Namun semakin kecil usia anak, pertimbangkan baik-baik apakah perjalanan tersebut benar-benar penting. Mengapa? Pada usia sangat muda(&#60;6 minggu) bayi masih sangat rentan terhadap kuman. Kabin pesawat memiliki sistem perputaran udara tertutup, kuman dari orang yang tengah sakit mudah menular. Kemudian, kadar oksigen yang relatif lebih rendah dalam kabin tidak masalah bagi kita, namun pada beberapa bayi dengan sistem pernafasan yang rentan dapat mengganggu pola nafas mereka. Perubahan tekanan udara dalam kabin terutama saat take-off, landing, dan turbulensi menyebabkan telinga &#8216;budeg&#8217;. Hal ini sangat tak nyaman bagi bayi. Sesaat sebelum take-off, landing, dan saat turbulensi, susui bayi atau berikan minum dengan dot. Empeng juga dapat digunakan tapi lebih efektif minum. Lakukan SEBELUM bayi merasa &#8216;budeg&#8217;, agar tak sempat rewel, karena rasa tersebut sangat tak nyaman dan dapat membuatnya rewel sepanjang perjalanan. Bawa beberapa mainan dan buku yang disukai anak, agar ia sibuk beraktivitas sepanjang perjalanan. Demikian pula kue dan minuman favoritnya. Pakaikan pakaian yang mudah dikenakan dan dilepas, just in case ada tumpahan atau muntahan, sehingga mudah diganti. Jangan lupa bawa jaket. Pikirkan bawaan yg ringkas dan tepat guna. Hindari membawa semua benda hanya untuk &#8216;berjaga-jaga&#8217;-berat dan belum tentu ketemu saat diperlukan. Terakhir, datanglah lebih awal dari waktu keberangkatan yang seharusnya, karena membawa bayi atau anak bukanlah hal yang mudah. Dan&#8230;. Happy traveling!</p><p>The post <a href="http://www.tanyadok.com/anak/dok-bolehkah-bayi-naik-pesawat">Dok, Bolehkah Bayi Naik Pesawat?</a> appeared first on <a href="http://www.tanyadok.com">TanyaDok.com</a>.</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.tanyadok.com/anak/dok-bolehkah-bayi-naik-pesawat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa itu Mimpi Basah, Bu?</title>
		<link>http://www.tanyadok.com/anak/apa-itu-mimpi-basah-bu</link>
		<comments>http://www.tanyadok.com/anak/apa-itu-mimpi-basah-bu#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Aug 2012 01:00:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gunterus Evans, dr.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[cairan semen]]></category>
		<category><![CDATA[ejakulasi]]></category>
		<category><![CDATA[masturbasi]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi basah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tanyadok.com/?p=17117</guid>
		<description><![CDATA[      
            
            
      <p>Memasuki masa remaja bagi seorang remaja pria, tentu tidak akan lepas dari masa akil baliq atau pubertas. Berbagai pertanyaan tentu timbul dalam benak dan keingintahuan yang besar tentang perubahan yang terjadi pada dirinya. Pada kesempatan ini tanyadok.com akan membahas beberapa pengetahuan dasar yang terkait dengan masa pubertas seorang remaja pria. Masa pubertas yaitu suatu proses perubahan tubuh dari tubuh kanak-kanak menjadi tubuh seorang dewasa yang sudah mampu untuk berkembang biak secara seksual. Hal ini diakibatkan oleh produksi hormon seksual oleh tubuh yang merangsang beberapa perubahan fisik pada tubuh. Masa pubertas biasanya terjadi pada usia kurang lebih 13 tahun dan berakhir pada usia 18 tahun,  dapat lebih cepat atau lebih lama tergantung baik dari keturunan, lingkungan, serta gizi sang anak Tanda-tanda perubahan pada tubuh seorang remaja pria yaitu seperti tumbuhnya rambut pada daerah ketiak, wajah, dan sekitar kelamin, pembesaran alat kemaluan, munculnya jakun (Adamâ€™s apple) pada daerah leher, perubahan suara menjadi lebih berat, dada menjadi lebih bidang, timbul jerawat, timbul bau khas, dan sebagainya. Satu tanda khas yang pada remaja pria yang menunjukan bahwa dirinya telah memasuki masa pubertas adalah mengalami mimpi basah yang pertama kali. Apa itu Mimpi Basah? Mimpi basah adalah terjadinya  ejakulasi  (keluarnya cairan semen yang mengandung sel sperma) pada saat tidur,dimana biasanya didahului oleh mimpi yang erotis. Cairan semen inilah yang apabila bergabung dengan sel telur wanita akan terjadi suatu pembuahan yang berujung pada kehamilan. Seorang pria dapat terbangun saat mendapat mimpi basah, atau tetap tidur terlelap, mimpi basah ini dapat terjadi berulang,pada saat atau setelah masa pubertas.  Mimpi basah dapat terjadi karena menumpuknya cairan semen pada alat kelamin pria, sehingga ada penelitian yang masih kontroversi menunjukkan kejadian mimpi basah dapat berkurang apabila pria terlalu sering melakukan masturbasi. &#160;</p><p>The post <a href="http://www.tanyadok.com/anak/apa-itu-mimpi-basah-bu">Apa itu Mimpi Basah, Bu?</a> appeared first on <a href="http://www.tanyadok.com">TanyaDok.com</a>.</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.tanyadok.com/anak/apa-itu-mimpi-basah-bu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Haid Pertama, Perlukah Khawatir?</title>
		<link>http://www.tanyadok.com/anak/haid-pertama-perlukah-khawatir</link>
		<comments>http://www.tanyadok.com/anak/haid-pertama-perlukah-khawatir#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Aug 2012 01:00:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lilian Putri Kurniawan, dr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[estrogen]]></category>
		<category><![CDATA[haid pertama]]></category>
		<category><![CDATA[putri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tanyadok.com/?p=16972</guid>
		<description><![CDATA[      
            
            
      <p>Menarche atau haid pertama merupakan pengalaman hidup yang akan dialami oleh hampir semua anak perempuan. Bagi para ibu yang putrinya telah mengalami menarche, tentunya ini adalah kabar yang menggembirakan, karena menarche merupakan salah satu tanda bahwa putrinya telah berkembang menjadi seorang calon wanita dewasa yang dapat bereproduksi (mengandung dan melahirkan). Namun, pengalaman menarche bagi sang anak bisa menimbulkan reaksi bingung, cemas, malu, dan takut. Karena itu, penting sekali bagi ibu untuk mendampingi dan membina putrinya yang sedang mengalami menarche. Kapankah Anak Perempuan Akan Mengalami Menarche? Hal ini tergantung dari banyak faktor, yaitu faktor geografis, genetik, kesehatan, aktifitas fisik, dan status gizi, jadi tidak dapat diprediksikan dengan tepat kapan anak akan mengalami menarche, namun rentang usia anak akan mengalami menarche adalah 9-16 tahun, atau sekitar 1-3 tahun setelah tanda-tanda pubertas mulai muncul. Anak dapat saja mengalami menarche pada usia 8 tahun, ini disebut sebagai menarche dini.  Bisa juga karena stres, ketidakseimbangan hormonal, dan faktor genetik, anak baru mengalami menarche setelah usia 16 tahun. Anak yang belum mengalami menarche setelah melewati usia 16 tahun (disebut juga amenore) harus dibawa ke dokter spesialis kandungan untuk mencari penyebab dan mengkoreksinya sedini mungkin. Menarche terjadi pada masa pubertas, di mana kadar hormon estrogen dan progesteron  di dalam tubuh meningkat, lalu terjadi perubahan fisik pada remaja wanita ini. Peningkatan kadar kedua hormon ini dimulai pada usia 8-9 tahun. Tanda-tanda perubahan fisik pada remaja wanita yang mulai memasuki masa pubertas antara lain pertumbuhan rambut ketiak dan rambut kemaluan, payudara membesar, pinggul melebar,dan munculnya jerawat. Kurang lebih dua tahun setelah tanda-tanda tersebut muncul, remaja wanita akan mengalami menarche, yang akan diikuti oleh haid setiap bulannya sampai ia mencapai usia menopause, yaitu 45-50 tahun. Setelah menarche, haid bisa saja belum teratur, dan akan menjadi teratur setelah 2-2,5 tahun kemudian. Lamanya siklus haid bervariasi, yaitu setiap 21-45 hari sekali, namun rata-ratanya adalah setiap 28 hari sekali. Tanda-tanda Putri Anda Mengalami Menarche. Anak akan mengalami keluarnya darah dari vagina, biasanya berupa bercak merah atau kecokelatan di celana dalam. Darah yang keluar pada menarche bisa sedikit atau banyak. Menarche ini biasanya didahului oleh Pre Menstrual Syndrome (PMS), yaitu sekumpulan gejala seperti sakit perut, kembung, lemas, payudara membengkak dan nyeri, sakit kepala, peningkatan nafsu makan terutama makanan yang manis dan asin, serta perubahan mood, yang sering menyebabkan anak menjadi lebih sensitif, bahkan bisa menjadi sulit berkonsentrasi dan depresi (perasaan sedih yang berlebihan). Jika orang tua melihat tanda-tanda ini pada anak, ada baiknya orang tua sudah mulai mengajarkan kepada putri mereka bahwa mungkin sebentar lagi mereka akan mengalami menarche, dan bahwa pada haid selanjutnya mungkin saja anak akan mengalami gejala yang sama sebelum haid datang. Biasanya pada saat mengalami menarche atau haid selanjutnya, remaja wanita juga akan mengalami tanda-tanda seperti sakit kepala, nyeri di punggung, atau bahkan nyeri di kaki. Kram perut juga merupakan gejala yang wajar yang menyertai haid, dan bisa berlangsung selama beberapa hari. Kram perut ini disebabkan oleh karena rahim yang berkontraksi.</p><p>The post <a href="http://www.tanyadok.com/anak/haid-pertama-perlukah-khawatir">Haid Pertama, Perlukah Khawatir?</a> appeared first on <a href="http://www.tanyadok.com">TanyaDok.com</a>.</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.tanyadok.com/anak/haid-pertama-perlukah-khawatir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yuk.. Kenali Pubertas pada Remaja Perempuan</title>
		<link>http://www.tanyadok.com/anak/yuk-kenali-pubertas-pada-remaja-perempuan-2</link>
		<comments>http://www.tanyadok.com/anak/yuk-kenali-pubertas-pada-remaja-perempuan-2#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Aug 2012 01:00:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Primadila, dr.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[haid]]></category>
		<category><![CDATA[keputihan]]></category>
		<category><![CDATA[payudara]]></category>
		<category><![CDATA[pubertas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tanyadok.com/?p=17086</guid>
		<description><![CDATA[      
            
            
      <p>Perubahan tubuh pada remaja wanita menandakan remaja tersebut telah masuk ke masa puber. Pubertas adalah perubahan biologis yang meliputi bentuk dan fungsi tubuh yang terjadi secara pesat dari masa anak ke masa dewasa, serta perubahan alat kelamin dari tahap anak dan dewasa. &#160; Perubahan adalah ciri utama dari proses biologis pubertas. Perubahan sel tubuh sangat bervariasi dalam umur saat mulai dan berakhirnya, kecepatan dan sifatnya tergantung pada masing- masing individu. Walaupun terdapat variasi dalam umur saat timbulnya perubahan- perubahan selama pubertas, tetapi setiap remaja mengikuti urutan-urutan yang sama dalam pertumbuhan dan perkembangan sel tubuhnya.  Pubertas pada anak perempuan biasanya dimulai antara usia 8 tahun hingga 13 tahun, untuk anak dengan berat badan berlebih memiliki kemungkinan lebih awal masa pubertasnya, dan bagi mereka yang  hingga usia 12 tahun belum ada pertumbuhan payudara ataupun belum mendapat haid pertama hingga usia 15 tahun perlu dikonsultasikan ke dokter. Lalu apa saja perubahan yang terjadi pada remaja perempuan? &#160; Tinggi Badan Percepatan pertumbuhan tinggi badan biasanya dimulai  segera setelah mulainya pertumbuhan payudara. Puncak kecepatan tinggi badan sekitar 8 cm/ tahun (sebelum pacu tumbuh remaja perempuan tumbuh dengan kecepatan 5,5 cm/ tahun), kecepatan maksimal dicapai enam sampai 12 bulan sebelum menstruasi pertama dan bertahan beberapa bulan. Pertumbuhan tulang pada remaja perempuan yang terlihat tidak hanya tinggi badan tetapi juga pertumbuhan pada lebar panggul yang menjadikan lebar panggul menjadi lebih besar. &#160; Berat badan Memasuki masa pubertas, remaja perempuan telah mencapai kira-kira 60% berat dewasa. Puncak kecepatan berat badan sekitar 8 kg/tahun (sebelumnya 2 kg/tahun). Tahap perkembangan berat badan pada anak perempuan berhubungan dengan peningkatan jaringan lemak tubuh. Selama pubertas jaringan lemak meningkat pada remaja perempuan dibandingkan dengan anak laki- laki. &#160; Perubahan organ-organ reproduksi Organ seks primer pada perempuan, yakni ovarium mengalami pembesaran pada tahun sebelum menstruasi pertama, tidak lama sebelum terjadi menstruasi yang  pertama rahim pun mengalami perkembangan. Sedangkan ciri seks sekunder, seperti rambut pubis dan payudara berkembang menurut Tingkat Kematangan Seksual (TKS) pada anak perempuan. Rambut pubis mulai tumbuh  dengan sedikit pigmen (stadium TKS 2) hingga akhirnya membentuk segitiga seperti dewasa, dan menyebar ke paha bagian dalam (Stadium TKS 5). Sedangkan payudara dimulai dari terabanya penonjolan pada putting susu (stadium TKS 2) hingga bentuk dewasa dimana puting susu  akan berwarna lebih coklat (stadium TKS 5). Selain itu pembentukan saluran dan duktus untuk  penyimpanan dan penyaluran ASI di payudara terjadi pada masa pubertas. Adapun ciri seks sekunder yang lain adalah rambut ketiak, yang tumbuh mendahului rambut pubis. Tabel Stadium Tingkat Kematangan Seksual pada Anak Perempuan Stadium TKS Payudara Rambut Pubis Kecepatan Tumbuh 1 Pra Pubertas Pra Pubertas Pra Pubertas (5cm/tahun) 2 Payudara dan papilla menonjol, diameter areola bertambah Jarang, pigmen sedikit, lurus, sekitar labia Awal pacu pertumbuhan 3 Payudara dan areola membesar, batas tidak jelas Lebih hitam, mulai ikal, jumlah bertambah Pacu tumbuh 4 Areola dan papilla membentuk bukit kedua Keriting, kasar, lebat, lebih sedikit dari dewasa Pertmbuhan melambat 5 Bentuk dewasa, papilla menonjol, areola merupakan bagian dari bentuk payudara Bentuk segitiga, menyebar ke bagian paha bagian dalam Pertumbuhan minimal &#160;</p><p>The post <a href="http://www.tanyadok.com/anak/yuk-kenali-pubertas-pada-remaja-perempuan-2">Yuk.. Kenali Pubertas pada Remaja Perempuan</a> appeared first on <a href="http://www.tanyadok.com">TanyaDok.com</a>.</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.tanyadok.com/anak/yuk-kenali-pubertas-pada-remaja-perempuan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa  Remaja Sering Berjerawat?</title>
		<link>http://www.tanyadok.com/anak/mengapa-remaja-berjerawat</link>
		<comments>http://www.tanyadok.com/anak/mengapa-remaja-berjerawat#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Aug 2012 02:00:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sem Samuel Surja, dr.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Jerawat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tanyadok.com/?p=17070</guid>
		<description><![CDATA[      
            
            
      <p>â€œSaya sudah sejak 5 tahun selalu berobat ke dokter, namun jerawat saya tidak pernah sembuh sempurna.â€ â€œSaya sudah menjaga kebersihan muka saya setiap hari, namun jerawat saya tetap muncul.&#8221; Anda pernah mendengar kalimat di atas dari teman anda atau keluarga anda? Atau justru anda sendiri yang sering mengatakannya? Tidak dapat dipungkiri, bahwa saat ini jerawat telah menjelma menjadi salah satu masalah terbesar bagi kebanyakan remaja. Adanya jerawat ini seringkali membuat seseorang menjadi kurang percaya diri dan bahkan minder dalam menjalani aktivitasnya sehari-hari, yang berarti menurunkan kualitas hidup remaja. &#160; Apa itu Jerawat? Jerawat, atau dalam bahasa ilmiahnya disebut acne vulgaris, merupakan penyakit pada kelenjar minyak. Dengan demikian menjadi jelas mengapa jerawat banyak ditemukan pada daerah â€œkilang minyakâ€ terbesar manusia seperti wajah. Karena hal ini pula jerawat umumnya mulai muncul pada usia pubertas (sekitar 11-12 tahun), dimana hormon-hormon seksual mulai aktif bekerja menstimulasi kelenjar minyak dan mempengaruhi penebalan kulit di seluruh tubuh. Saat seseorang mulai menginjak usia dewasa (&#62; 30 tahun), biasanya jerawat akan semakin berkurang dengan sendirinya. &#160; Bagaimana Asal Mula Jerawat? Mengenali adanya jerawat, bukanlah sesuatu yang sulit dilakukan. Sebagian besar orang bahkan tidak membutuhkan bantuan dokter untuk mengenalinya. Jerawat umumnya dikenal dalam bentuk klasiknya yaitu bisul-bisul berdiameter kurang dari 0,5 cm. Pada perjalanan penyakitnya, jerawat diawali timbulnya komedo, yang umumnya dapat dikenali sebagai tonjolan kecil dengan titik hitam di tengahnya. Karena mengandung banyak minyak, komedo ini dapat menjadi sarang pertumbuhan kuman jerawat dan mengalami peradangan membentuk bisul. Bisul ini pada awalnya berwarna merah, dan kemudian akan menjadi kuning karena mengandung nanah. Dalam bentuk parah, kadang bisul ini dapat menjadi sangat besar mencapai ukuran 1 cm atau berjumlah sangat banyak. &#160; Mengapa Jerawat di Wajahku Lebih Banyak dibanding Wajahnya? Banyak sekali hal-hal yang menjadi faktor risiko timbulnya jerawat, diantaranya ras, keturunan, makanan (coklat, susu, lemak), cuaca, stress, kosmetik, menstruasi, dan sebagainya. Faktor keturunan dan ras menentukan bakat jerawat seseorang dan merupakan faktor yang tidak dapat diubah. Faktor-faktor risiko lain dapat diubah dan  berbeda antara orang per orang. Setiap orang perlu mengenali faktor risikonya sendiri. Sebagai contoh, seseorang yang merasakan dirinya lebih berjerawat setelah terpapar sinar matahari dan mengkonsumsi coklat. &#160; Seorang dokter pernah berkata, bahwa jerawat merupakan salah satu penyakit kulit â€œpaling bandelâ€. Benar saja, jerawat seringkali masih timbul walaupun sudah diobati sedemikian rupa. Saat ini terdapat berbagai obat jerawat, baik obat oles maupun obat minum, yang beredar di pasaran dan dapat dibeli dengan mudah. Jerawat yang ringan masih dapat diatasi dengan obat oles, sedangkan jerawat yang parah harus diatasi dengan obat minum. Namun, tidak disarankan menggunakan obat jerawat di luar kontrol dokter, karena memudahkan timbulnya kekebalan kuman jerawat. Jerawat yang sudah kebal, akan semakin sulit diobati, bahkan terkadang membutuhkan obat suntik untuk mengatasinya. &#160; Lalu, Bagaimana Mencegah Timbulnya Jerawat yang Semakin Banyak? Bila kita tidak boleh mengobati jerawat kita sendiri, apa yang dapat kita lakukan sendiri untuk mengatasi jerawat kita? Ada 4 hal utama yang penting dilakukan untuk mengontrol timbulnya jerawat: Cuci muka dan bagian tubuh berjerawat lainnya secara teratur 2-3 kali sehari (pagi, setelah beraktivitas siang, dan sebelum tidur) untuk menjaga kulit anda tetap bersih. Kenali dan hindari faktor risiko anda. Anda tidak perlu menghindari seluruh faktor risiko penyebab jerawat, namun hindarilah faktor risiko yang sangat berpengaruh bagi jerawat anda. Contohnya bila timbul jerawat bila terkena sinar matahari, maka hindari bekerja di luar ruangan atau menggunakan sunblock. Jangan menggaruk jerawat anda. Garukan pada jerawat akan menyebabkan timbulnya luka yang memperburuk kosmetik wajah anda, serta berisiko menumbuhkan jerawat baru di tempat garukan anda. Segera konsultasikan diri anda ke dokter untuk mengatasi jerawat yang tidak sembuh dengan cara-cara di atas. &#160; Sumber: Fitzpatrickâ€™s Dermatology in General Medicine edisi ke-7 Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin FKUI edisi ke-5 Expert Committee Recommendations for Acne Management. Pediatrics 2006;118;1188-1199 DynaMed: Acne (http://search.ebscohost.com/)</p><p>The post <a href="http://www.tanyadok.com/anak/mengapa-remaja-berjerawat">Mengapa  Remaja Sering Berjerawat?</a> appeared first on <a href="http://www.tanyadok.com">TanyaDok.com</a>.</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.tanyadok.com/anak/mengapa-remaja-berjerawat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

 Served from: www.tanyadok.com @ 2013-05-23 09:45:52 by W3 Total Cache -->