Cacar Air

  Tanya dokter gratis asuransi kecelakaan. Artikel kesehatan dan penyakit. Cari rumah sakit, wanita ibu hamil dokter kandungan anak klinik kehamilan. Cara diet sehat, fitness, langsing, cantik    

Penyakit ini merupakan penyakit kulit yang cepat menular, timbulnya tiba-tiba dan paling sering terjadi pada anak-anak namun bisa juga mengenai orang dewasa. Penyakit ini timbul pada penderita yang daya tahan tubuhnya turun. Pada penderita yang memiliki daya tahan tubuh yang sehat, gejala yang ditimbulkan tidak separah dan berlangsung singkat dibandingkan dengan penderita dengan daya tahan tubuh yang buruk.

Penyakit cacar air atau yang dikenal dengan varisela biasanya ditandai dengan keluhan tubuh mendadak lemas, tak mau makan, demam, dan gatal-gatal. Penyebab cacar air adalah virus varicella-zoster. Virus ini ditularkan melalui percikan ludah penderita, bisa juga melalui kontak langsung dengan cairan dari lepuhan kulit penderita atau secara tidak langsung melalui benda-benda yang terkontaminasi oleh sairan lepuhan penderita.

Masa inkubasi penyakit cacar air berlangsung 17-21 hari. Pada penderita muda, stadium sebelum muncul kelainan kulit muncul (prodormal) jarang dijumpai. Sedangkan pada anak-anak yang lebih besar dan pada penderita dewasa, kelainan kulit ini sering didahului stadium prodromal. Pada stadium prodromal banyak orang “terkecoh” dengan penyakit ini. Gejala tubuh lemas, demam, malas makan, mirip dengan gejala banyak penyakit lain seperti flu atau campak. Baru setelah muncul erupsi atau kelainan pada kulit, gejala khas penyakit cacar air mulai jelas.

Gejala berikutnya timbul ruam-ruam merah pada awalnya dan kemudian beberapa jam kemudian timbul lepuhan. Bentuk lepuhan ini khas yaitu seperti tetesan embun (tear drops). Apabila kita diperhatikan, bentuk lepuhan ini rata, tidak ada lekukan di tengahnya (unumbilicated vesicle). Kalau ada lekukan di tengah lepuhan, biasanya bukan cacar air. Jadi, jika terlihat ada lepuhan, dan mulainya dari bagian tengah badan ke samping, didahului oleh gejala lemas, demam disertai napsu makan menurun, maka kita sudah harus memikirkan kemungkinan anak terkena cacar air. Apalagi jika sekitar 2 minggu sebelumnya ada kontak dengan penderita cacar air. Bintik bintik ini dapat mengenai kulit dan mukosa yaitu bisa mengenai badan, muka dan bagian tubuh yang lain.

Jika lepuhan ini digaruk, maka ia akan pecah dan terbuka. Akibatnya, kulit tidak lagi mempunyai perlindungan dan bisa kemasukan bakteri. Misalnya, jika mandi dengan air yang tidak bersih maka akan terjadi infeksi sekunder akibat bakteri. Kalau infeksi seperti ini terjadi, berarti penyakit virus cacar air akan ditambah dengan penyakit bakteri kulit. Penyembuhannya pun tidak lagi primer dan biasanya akan mengakibatkan terbentuknya jaringan ikat (scar) yang akan meninggalkan bekas. Hal ini yang mungkin dulu menyebabkan orang tua melarang anaknya yang kena cacar air untuk mandi.

Penularan cacar air sebetulnya sudah dimulai sebelum timbulnya kelainan kulit yaitu pada masa inkubasi dimana 24 jam sebelum erupsi sudah menulari. Selama itu, ia akan menulari terus. Jadi, jangan dianggap kalau sudah sembuh tidak menularkan. Menurut penelitian, sekitar 12 hari setelah sembuh, baru aman. Tapi agar lebih aman, sebaiknya 3 minggu setelah sembuh jangan melakukan kontak, supaya tidak tertular atau menularkan.

Komplikasi penyakit ini pada anak-anak umumnya jarang timbul dan lebih sering pada orang dewasa yang dapat mengenai otak (ensefalitis), paru-paru (pneumonia), ginjal (glomerulonefritis), jantung (karditis), hati (hepatitis), bahkan kematian jika kondisi daya tahan tubuh penderita sangat buruk. Infeksi yang timbul pada trisemester pertama kehamilan dapat menimbulkan kelainan bawaan.

Pengobatan

Tidak ada terapi yang spesifik untuk cacar air. Apabila demam dapat diberikan obat penurun panas. Untuk mengurangi rasa gatal dapat diberikab bedak yang ditambah dengan zat anti gatal (mengandung mentol, kamfora). Bedak ini selain mengurangi rasa gatal juga mencegah pecahnya lepuhan secara dini. Jika timbul infeksi sekunder dapat diberikan antibiotika.

Siapapun yang belum terkena penyakit ini, akan terjangkit. Sedangkan siapapun yang sudah terkena penyakit ini dianggap kebal dan tidak memerlukan vaksin. Lama perlindungan dari vaksin ini belum dapat diketahui dengan pasti, meskipun demikian vaksinasi ulangan dapat diberikan setelah 4-6 tahun. Program Imunisasi Nasional memberikan imunisasi secara gratis bagi bayi yang berusia 18 bulan yang belum pernah menderita infeksi cacar air sebelumnya dan dosis ketinggalan untuk anak remaja di kelas 7 sekolah menengah yang juga belum pernah menderita cacar air dan divaksinasi sebelumnya.

Dengan perawatan yang teliti dan memperhatikan higiene memberikan hasil yang baik dan jaringan parut yang timbul sangat sedikit.

Avatar of Gracia Dewi Indrawati, dr.
Dokter Umum di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat

Related Posts

Retinoblastoma

Retinoblastoma

4 SKP IDI : Seminar Dokter “Pediatric Gastrohepatology And Nutrition Update”

4 SKP IDI : Seminar Dokter “Pediatric Gastrohepatology And Nutrition Update”

Mengenal Cerebral Palsy

Mengenal Cerebral Palsy

AIDS

AIDS

Gondongan = Mandul ???

Gondongan = Mandul ???

Related Posts

Cacar Air

Dok, anak saya ada bentol-bentol sehabis demam? Ap...

Pertanyaan seputar kesehatan anak dan komplikasi pasca imunisasi anak

Selamat pagi Dok, saya Bayu ayah dari putri kami T...

Anak saya sering mimisan apakah ini penyakit serius

Pagi Dok, anak saya usia 6 tahun, sudah beberapa b...

Reaksi menangis setiap mendengar suara mengagetkan normalkah anak saya

Ok dok,,,1 lagi ya dok kenapa ya tiap anak saya di...

Zakar anak saya besar dalam sebulan ini

Selamat malam dok, Anak saya lelaki umur 4.5th ,ba...