Bagaimana Memprediksi Tinggi Badan?

Bagaimana Memprediksi Tinggi Badan?

Beberapa di antara kita mungkin bertanya-tanya, seberapa tinggikah anakku nanti? Tinggi badan seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain tinggi dan pola pertumbuhan yang dipengaruhi dari faktor genetik, hormonal, penyakit penyerta, serta nutrisi. Tinggi anak dapat diprediksi. Selama anak dalam masa pertumbuhan kita juga dapat mengontrol pertumbuhan saat berkonsultasi dengan dokter.

Data tinggi badan orangtua dapat menjadi faktor untuk memprediksi tinggi seorang anak. Asumsi tinggi seseorang dapat dihitung dengan formula sebagai berikut:

Anak perempuan:  ((tinggi ayah-13) + tinggi ibu)/2 ±8,5 cm
Anak laki-laki : ((tinggi ibu+13) + tinggi ayah)/2 ±8,5 cm

Pencapaian tinggi seorang anak perempuan akan bermula saat berusia 9-10 tahun dan mencapai puncaknya saat berusia 11-12 tahun. Sedangkan untuk anak laki-laki akan bermula saat berusia 11 tahun dan mencapai puncaknya sampai usia 13 tahun. Anak perempuan dan laki-laki akan berhenti bertumbuh tinggi saat masa pubertas berakhir. Dalam pertumbuhan tulang tentunya beberapa faktor akan berperan antara lain faktor genetik, faktor hormonal, serta penyakit atau gangguan lain. Seperti faktor hormonal yang mempengaruhi pertumbuhan tulang antara lain hormon pertumbuhan dan hormon tiroid.

Cara untuk memaksimalkan pertumbuhan tinggi badan kita adalah tetap mengkonsumsi nutrisi yang baik, berolahraga, serta istirahat yang cukup. Sebenarnya tidak semua suplemen dibutuhkan oleh anak apabila nutrisi yang dikonsumsi sudah mencukupi. Bila dari awal masa proses pertumbuhan, nutrisi seperti kalsium tetap terjaga maka massa tulang pun juga dapat mencapai pertumbuhan maksimal.

Beberapa faktor dapat menghambat pertumbuhan tinggi seorang anak antara lain faktor familial, pertumbuhan janin terganggu, defisiensi hormon pertumbuhan, ataupun penyebab lain yang tidak diketahui penyebabnya. Adanya faktor genetik ditunjang dengan perawakan pendek turunan pada orang tua atau anggota keluarga lain seperti paman/bibi atau kakek/nenek.  Hal lain yang dapat mempengaruhi pertumbuhan seorang anak adalah berat badan lahir yang tidak sesuai dengan masa kehamilan atau pertumbuhan janin terhambat. Maka diperlukan pemantauan intensif yang cukup untuk mencapai kejar tumbuh. Penyakit kronis seperti adanya penyakit turunan jantung, paru atau kelainan darah juga mempengaruhi tinggi badan si anak terganggu. Hal ini berhubungan dengan penurunan masukan kalori dan tidak seimbangnya dengan keperluan energi.

Maka, tinggi badan seseorang sebenarnya sudah dipengaruhi sejak awal mula proses kehamilan serta dipengaruhi dengan faktor genetik. Selama masa pertumbuhan seorang anak, faktor seperti nutrisi dan penyakit penyerta turut andil dalam pencapaian pertumbuhan seorang anak.

Sumber:
Medscape How tall will I be? Diunduh dari: How tall will I be?
Kompas Klasika – Minggu 29 Juli 2012. Apakah Anak Pendek Bisa Diobati oleh Dr. Aman B. Pulungan Sp.A

Artikel Terkait


Penyakit Hashimoto

Irene Trisbiantara, dr.

Bercak Putih Vitiligo

Nelson Sudiyono, dr.

Lima Penyebab Kanker Paru Pada Non-Perokok

Albert Lesmana, dr.

Ingin Anak Tinggi? Jangan Sembarangan Suntik Hormon Pertumbuhan!

Maria Irene Hendrata, dr.

Siapa sih yang tak ingin tubuhnya tinggi semampai. Tapi apa benar menggunakan hormon pertumbuhan aman buat kita ?